Nganjuk, 14 Juli 2025 – STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari Nganjuk (STAIZ) melaksanakan kegiatan Diskusi dan Evaluasi grub riset pada hari senin, 14 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya akademik yang aktif dan kolaboratif, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi. Acara berlangsung di ruang pertemuan STAIZ yang dihadiri oleh Dosen pendamping riset, yakni Ibu Santi Ayunigtyas, M.H. , Ibu Siti Aisah, M.E. dan Ibu Wahyu Lailatul Baridah, M.Pd. Beberapa mahasiswa dari proram studi Hukum Keluarga Islam, Ekonomi Syariah dan PGMI yang aktif dalam kegiatan riset dan penulisan ilmiah juga turut hadir dan berpartisipasi dalam sesi diskusi serta pemaparan capaian riset
Kegiatan ini difokuskan pada evaluasi progres riset selama semester genap tahun akademik 2024/2025. Beberapa mahasiswa mempresentasikan draft artikel yang tengah disusun, laporan kemajuan, serta partisipasi mereka dalam pelatihan dan forum ilmiah kampus. Para dosen kemudian memberikan masukan konstruktif, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang perlu segera diatasi.
“Melalui forum ini, kita ingin memastikan setiap proses riset berjalan efektif, memiliki arah yang jelas, dan mampu menghasilkan luaran yang bermanfaat, baik bagi mahasiswa maupun institusi,” ujar Ibu Santi, salah satu dosen pembimbing.
Diskusi juga menyoroti hambatan yang kerap dihadapi mahasiswa, seperti kesulitan dalam menstrukturkan tulisan ilmiah, minimnya pemahaman tentang teknik kutipan, serta kurangnya keberanian untuk mengirimkan artikel ke jurnal. Menanggapi hal itu, forum menyepakati perlunya beberapa strategi perbaikan, antara lain:
- Workshop manajemen referensi menggunakan aplikasi seperti Mendeley/Zotero
- Pendampingan intensif dari dosen pembimbing hingga tahap publikasi
- Penyusunan target dan jadwal riset per semester
“Ibu Aisah menekankan bahwa keberlanjutan dalam proses pendampingan menjadi kunci agar mahasiswa tidak hanya terarah dalam menulis tetapi juga semakin termotivasi untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang bermutu, sementara Ibu Wahyu mengajak mahasiswa untuk mulai membiasakan diri membaca dan menulis secara akademik.”
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari perencanaan jangka panjang grup riset STAIZ, yang tidak hanya fokus pada output publikasi, tetapi juga pada proses pembinaan akademik yang sistematis dan berkelanjutan.